Tampilkan postingan dengan label pengetahuan dan ilmu computer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pengetahuan dan ilmu computer. Tampilkan semua postingan

Jumat, 19 Oktober 2012

Perbandingan Prosesor INTEL DAN AMD


Perbandingan Prosesor INTEL DAN AMD

Perbandingan Prosesor INTEL DAN AMD
Intel Corporation
adalah sebuah perusahaan multinasional yang berpusat di AS dan terkenal dengan rancangan dan produksi mikroprosesor dan mengkhususkan dalam sirkuit terpadu. Intel juga membuat kartu jaringan, chipset papan induk, komponen, dan alat lainnya. Intel memiliki projek riset yang maju dalam seluruh aspek produksi semikonduktor, termasuk MEMS.
Intel mengganti logo dan slogannya pada 1 Januari 2006. Slogan lamanya “Intel inside” diganti dengan “Intel Leap ahead”.
Beberapa produk prosesor Intel yang ada sampai sekarang ini yaitu :
1. Intel® Pentium® 4                        2. Intel® Pentium® Dual-Core
3. Intel® Core™2 Duo                       4. Intel® Core™2 Quad
5. Intel® Core™2 Extrme               6. Intel® Core™ i7
AMD (Advanced Micro Devices)
adalah sebuah perusahaan pembuat sirkuit terpadu, prosesor atau IC (integrated circuit) yang bermarkas di Sunnyvale, California, Amerika.
Pabrik pertama berada di Austin, Texas, Amerika dan pabrik kedua berada di Dresden, Jerman yang ditetapkan untuk memproduksi Athlon saja. Bila semuanya berjalan lancar, mimpi harga sistim PC akan dapat lebih murah bisa terwujud karena tidak lagi di monopoli oleh Intel. Pada tahun 2006 juga, AMD telah berhasil mengakuisisi perusahaan Grafis terkenal asal Amerika yaitu ATI Tecnology.
Perusahaan ini adalah penyedia prosesor x86-compatible processors terbesar kedua. AMD juga sudah dikenal oleh dunia, beberapa produknya yaitu :
1. AMD Sempron™                             2. AMD Athlon™ FX
3. AMD Athlon™ 64                          4. AMD Athlon™ X2
5. AMD Athlon™ X3                         6. AMD Athlon™ X4
PERBEDAAN, KEUNGGULAN DAN KEKURANGAN PROSESOR INTEL DAN PROSESOR AMD
Beberapa perbedaan, keunggulan dan kekurangan prosesor Intel dan AMD :
1. Set instruksi pada Intel adalah MMX, SSE,SSE2, dan SSE3, tetapi pada AMD SSE2 dan 3DNow. Tetapi dari sekian banyak istruksi yang dipakai oleh intel sebetulnya telah ada dalam 3DNow-nya AMD yang tidak dimiliki oleh Intel.
2. L1 pada Intel maksimal 32K, sedang pada AMD adalah 128K. Bedasarkan beberapa test AMD dengan L1 128K lebih unggul dibanding dengan Intel.
3. Banyak transistor pada Intel 100 milyar sedang AMD 105 milyar.
4. Banyaknya Decoder, Integer, FP pada intel lebih sedikit dibanding AMD yang secara signifikan perbedaan tersebut meningkatan kinerja dari AMD.
5. Temperatur pada Intel dapat diatur oleh processornya sendiri (processor akan mengurangi kecepatan jika processor terlalu panas), pada AMD64 temperatur maksimum adalah 900C. Teknologi Intel lebih unggul dibanding AMD.
6. AMD lebih unggul dalam pengolahan komunikasi aplikasi, seperti transfer data pada modem, ADSL, MP3, dan Doubly Digital Suround Sound.
7. Pipeline pada intel lebih panjang dibanding dengan AMD, tetapi pipeline Intel bermasalah pada pertukaran tugas, sehingga pipeline intel kecepatannya melambat berada dibawah AMD.
8. Intel menang di brand image dan marketnya, sedangkan AMD harganya yang lebih murah.
9. Pada prosesor Intel Pentium 4 harga standard, kinerjanya lumanyan cepat. Memang sih, untuk urusan grafis masshi kalah dibanding dengan AMD, tapi paling tidak prosesor Intel tidak cepat panas.
10. Pada prosesor AMD Athlon harga agak murah dibanding Intel. Grafis bagus banget, kecepatannya lumayan, tapi cepet banget panas dibandingkan Intel.
PERBANDINGAN KECEPATAN PROSESOR INTEL DAN AMD 
Dari segi penggunaanya, perangkat keras yaitu prosesor ini bagian penting dari komputer yang berfungsi sebagai inti dari kinerja komputer ini sendiri dimana semakin besar memori dan semakin banyak prosesornya semakin cepat juga kinerja yang di hasilkan oleh prosesor itu sendiri.
Prosesor yang cepat dapat kita lihat dari core (inti prosesor) semakin banyak core yang digunkan pada prosesor semakin cepat juga kinerja komputer yang kita gunakan. Mengapa demikian, karena prosesor bekerja didalam aplikasi-aplikasi program atau game yang kita pakai semakin banyak aplikasi yang kita jalankan semakin banyak juga prosesor kita gunakan.
Kesimpulan sebagai berikut :
1. Untuk menggunakan prosesor Intel anda harus mengeluarkan banyak biaya apalagi dengan performanya tinggi yang di hasilkan oleh prosesor Intel yaitu Intel i7 dimandingkan dengan prosesor AMD anda tidak akan mengeluarkan banyak biaya dan performanya juga lumanyan bagus. Oleh karena itu utuk anda yang biayanya pas-pasan pilihlah prosesor AMD tapi kalau biaya yang anda punya lebih silahkan anda memilih prosesor Intel.
2. Prosesor Intel dan Prosesor AMD telah di uji performannya ternyata prosesor intel lah yang kuat dalam hal apapun sedangkan prosesor AMD hanyalah pilihan kedua anda.
3. Prosesor Intel lebih kuat dari porsesor AMD pada aplikasi multimedia, sebaliknya prosesor AMD menang dari prosesor Intel di gaming dan program 3D nya.


1. Keluarga AMD

Gambar Prosessor AMD Dual Core 45 nm


Gambar Prosessor AMD Phenom X4 


Gambar Prosessor AMD Barcelona 


Gambar Prosessor AMD Triple Core 




2. Keluarga Intel

Gambar Intel Pentium D / Penryn Dual Core-detail


Gambar Intel Core 2 Duo Detail


Gambar Intel Quad Core


Gambar Intel Quad Core-diagram


Gambar Intel Core i7


Gambar Intel Core i5-inside
Perbandingan Skema Pemrosesan Procesor multicore generasi pertama, AMD(Athlon 64 FX) dan INTEL(Pentium D)
1
Intel Pentium D (kiri) dan AMD Athlon 64 FX (kanan)
Intel Pentium D adalah processor dua core yang kedua core-nya tidak berada dalam satu die. Processor ini memiliki dua die yang masing-masing berisi satu core, berbeda dengan AMD Athlon 64 FX yg merupakan processor dual core murni dengan kedua core-nya berada dalam satu die serta memory controler yang tertanam langsung di procesor.


Senin, 01 Oktober 2012

NUKLIR JEPANG


Tenaga nuklir di Jepang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Onagawa, sebuah PLTN bertipe Reaktor air mendidih di Jepang.
Bencana nuklir Fukushima Daiichi 2011,bencana nuklir terburuk dalam 25 tahun, menyebabkan 50.000 rumah tangga terpaksa mengungsi setelah radiasi tersebar di udara, tanah, dan laut.[1] Radiation checks led to bans of some shipments of vegetables and fish.[2]
Energi nuklir merupakan prioritas nasional di Jepang, tapi belakangan ini sudah muncul kecemasan terhadap kemampuan pembangkit-pembangkit nuklir di Jepang dalam menghadapi aktivitas seismik. Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Kashiwazaki-Kariwa ditutup sepenuhnya selama 21 bulan karena adanya gempa bumi pada tahun 2007.
Pada tahun 2011, karena adanya tsunami dan gempa bumi, serta kegagalan sistem pendingin di PLTN Fukushima I pada bulan Maret 2011, maka pemerintah Jepang mengumumkan keadaan bahaya nuklir. Pernyataan bahya nuklir ini merupakan pernyataan bahaya nuklir pertama kalinya di Jepang. Ada 140.000 orang penduduk yang tinggal di sekitar 20 kilometer dari pembangkit listrik terpaksa mengungsi. Jumlah material radioaktif yang terlepas sampai saat ini belum diketahui, karena krisisnya masih berlangsung sampai sekarang.[3]
Pada tanggal 6 Mei 2011, Perdana Menteri Jepang Naoto Kan memerintahkan agarPembangkit Listrik Tenaga Nuklir Hamaoka segera ditutup karena diperkirakan akan ada gempa bumi berkekuatan 8.0 skala richter atau lebih di kawasan itu dalam waktu 30 tahun ke depan.[4][5][6] Kan berkeinginan agar bencana nuklir Fukushima 2011 tidak terulang lagi satu hari nanti.[7] Pada tanggal 9 Mei 2011, Chubu Electric memutuskan untuk mematuhi permintaan pemerintah. Kan kemudian membuat kebijakan energi baru yang isinya adalah mengurangi ketergantungan terhadap energi nuklir.[8]
Masalah yang muncul dalam penyelesaian bencana nuklir Fukushima I memunculkan sikap yang lebih keras terhadap energi nuklir. Pada bulan Juni 2011, "lebih dari 80 persen orang Jepang menyatakan bahwa mereka anti-nuklir dan tidak mempercayai informasi dari pemerintah tentang radiasi[9]. Sebuah polling yang diadakan setelah bencana Fukushima menyatakan bahwa antara 41 dan 54 persen orang Jepang mendukung penutupan atau pengurangan jumlah pembangkit listrik nuklir.[10] Ribuan orang melakukan aksi unjuk rasa di pusat kota Tokyo pada bulan September 2011, sambil meneriakkan “Selamat tinggal energi nuklir” dan menyebarkan banner yang isinya tentang menghimbau pemerintah Jepang agar meninggalkan energi atom ini.[11] Pada bulan Oktober 2011, tinggal 11 pembangkit listrik nuklir yang beroperasi di Jepang. Meskipun Jepang sempat mengalami krisis listrik, tapi negara ini berhasil selamat dari pemadaman listrik besar-besaran di musim panas lalu.[12][13][14] Saat ini negara ini sedang berusaha mengandalkan sumber lain untuk menghasilkan listrik. Sebuah proposal energi baru telah disetujui oleh anggota kabinet pada bulan Oktober 2011. Proposal itu kira-kira berisi tentang kepercayaan publik yang menurun drastis terhadap keamanan energi nuklir karena adanya bencana Fukushima, dan oleh karena itu negara akan mengurangi ketergantungan terhadap energi nuklir.[15]

Daftar isi

  [sembunyikan] 

[sunting]Sejarah

Pada tahun 1954, Jepang mengalokasikan dana 230 juta yen untuk energi nuklir, menandai awalnya program nuklir di negara ini. Hukum Dasar Energi Atom membatasi aktivitas nuklir ini hanya untuk tujuan damai saja. [16]
Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Tōkai, pembangkit nuklir pertama di Jepang, dibangun oleh perusahaan Inggris GEC. Pada tahun 1970-an, Reaktor Air Ringan pertama dibangun dengan bantuan perusahaan Amerika. Pembangkit-pembangkit ini dibeli dari perusahaan macam General Electric atau Westinghouse dengan pengerjaan kontraknya diselesaikan oleh perusahaan Jepang, sehingga nanti perusahaan Jepang ini sekaligus mendapatkan lisensinya jika nanti ingin membuat pembangkit nuklir yang sama. Setelah itu, pengembangan dari energi nuklir ini dilakukan oleh orang-orang Jepang sendiri, baik yang berada dalam perusahaan maupun yang ada di lembaga-lembaga riset.
Industri nuklir di Jepang tidak terpengaruh dengan Bencana Three Mile Island atau Bencana Chernobyl seperti negara lainnya. Pembangunan reaktor nuklir baru terus saja berlangsung pada tahun 1980-an dan 1990-an. Meskipun begitu, di pertengahan 1990-an mulai ada beberapa insiden nuklir di Jepang yang menyebabkan persepsi publik Jepang mulai berubah terhadap nuklir, mereka mulai memprotes dan menolak pembangunan reaktor nuklir baru. Insiden nuklir ini diantaranya insiden nuklir Tokaimura, ledakan uap Mihama, insiden yang ditutup-tutupi di reaktor Monju, dan yang paling baru adalah gempa bumi Chūetsu tahun 2007. Meskipun detail pastinya masih diperdebatkan, tapi hal ini semakin jelas bahwa rasa aman akan nuklir di Jepang sudah mencapai titik terendahnya.[17]Pembangkit listrik nuklir yang dibatalkan diantaranya:
Pada tanggal 18 April 2007, Jepang dan Amerika Serikat menandatangani Rencana Kerja Gabungan Energi Nuklir Jepang-Amerika Serikat, yang tujuannya adalah meletakkan kerangka kerja untuk pengembangan dan penelitian teknologi energi nuklir.[18] Setiap negara akan mengadakan riset di teknologi reaktor cepat, teknologi siklus bahan bakar, teknologi simulasi komputer canggih, reaktor kecil dan menengah, proteksi dan pengaman fisik, serta manajemen limbah nuklir.[19]
Di bulan Maret 2008, Tokyo Electric Power Company mengumumkan bahwa pengoperasian 4 reaktor nuklir baru untuk sementara akan ditunda satu tahun karena adanya penanggulangan gempa bumi. Unit 7 dan 8 dari pembangkit listrik nuklir Fukushima Daiichi akan beroperasi pada Oktober 2014 dan Oktober 2015. Unit 1 dari PLTN Higashidori ditargetkan untuk beroperasi Desember 2015, sedangkan unit 2 direncanakan beroperasi awal 2018.[20]
Pada bulan September 2008, agen dan kementrian Jepang meningkatkan anggaran tahun 2009 sampai 6%. Anggaran itu senilai 491.4 miliar Yen (4.6 miliar USD), digunakan untuk riset dan pengembangan siklus reaktor peranakan cepat, generasi terkini dari reaktor air ringan. [21]

[sunting]Seismik

Jepang adalah negara yang senantiasa berada dekat dengan ancaman gempa bumi dan aktivitas seismik lainnya. Maka dari itu, beberapa ahli sudah menyatakan kekhawatirannya akan dampak yang muncul apabila Jepang membangun dan mengoperasikan pembangkit listrik tenaga nuklir. Amory Lovins mengatakan: "Sebuah zona tsunami dan gempa bumi dengan 127 juta penduduk bukanlah tempat yang baik untuk mengoperasikan 54 reaktor nuklir".[22] Sampai saat ini, dampak seismik yang paling mematikan adalah Bencana nuklir Fukushima Daiichi, yang disebabkan karena Gempa bumi dan tsunami Tōhoku 2011.
Hidekatsu Yoshii, seorang anggota DPR dari Partai Komunis Jepang dan juga seorang penggiat anti nuklir, mengingatkan akan kemungkinan dampak terburuk yang akan muncul apabila tsunami atau gempa bumi muncul.[23] Selagi pertemuan anggota DPR pada bulan Mei 2010 ia juga mengatakan hal serupa, mengingatkan bahwa sistem pendingin dari PLTN-PLTN di Jepang dapat hancur karena gempa bumi.[23] Kepala Agen Keamanan Nuklir dan Industri, Yoshinobu Terasaka, mengatakan bahwa pembangkit nuklir itu sudah didesain sedemikian rupa sehingga hal semacam itu hampir mustahil terjadi.[23]

[sunting]Lihat juga

[sunting]Referensi

  1. ^ Tomoko Yamazaki and Shunichi Ozasa (June 27, 2011). "Fukushima Retiree Leads Anti-Nuclear Shareholders at Tepco Annual Meeting". Bloomberg.
  2. ^ Mari Saito (May 7, 2011). "Japan anti-nuclear protesters rally after PM call to close plant". Reuters.
  3. ^ Weisenthal, Joe, "Japan Declares Nuclear Emergency, As Cooling System Fails At Power Plant ", 11 Maret 2011. Diakses pada 11 Maret 2011.
  4. ^ Story at BBC News, 2011-05-06. retrieved 2011-05-08
  5. ^ Story at Digital Journal. retrieved 2011-05-07
  6. ^ Story at Bloomberg, 2011-05-07. retrieved 2011-05-08]
  7. ^ "Japan nuke plant suspends work". Herald Sun. 15 Mei 2011.
  8. ^ M. V. Ramana (July 2011 vol. 67 no. 4). "Nuclear power and the public". Bulletin of the Atomic Scientists. p. 44.
  9. ^ Gavin Blair, (June 20, 2011). "Beginning of the end for nuclear power in Japan?". CSMonitor.
  10. ^ M. V. Ramana (July 2011 vol. 67 no. 4). "Nuclear power and the public". Bulletin of the Atomic Scientists. p. 43.
  11. ^ "Thousands march against nuclear power in Tokyo". USA Today. 1 September 2011.
  12. ^ Stephanie Cooke (October 10, 2011). "After Fukushima, Does Nuclear Power Have a Future?". New York Times.
  13. ^ Antoni Slodkowski (June 15, 2011). "Japan anti-nuclear protesters rally after quake". Reuters.
  14. ^ Hiroko Tabuchi (July 13, 2011). "Japan Premier Wants Shift Away From Nuclear Power". New York Times.
  15. ^ Tsuyoshi Inajima and Yuji Okada (Oct 28, 2011). "Nuclear Promotion Dropped in Japan Energy Policy After Fukushima". Bloomberg.
  16. ^ Johnston, Eric, "Key players got nuclear ball rolling", Japan Times, 16 July 2011, p. 3.
  17. ^ "Japan cancels nuclear plant ", BBC News, 22 Februari 2000.
  18. ^ United States and Japan Sign Joint Nuclear Energy Action Plan, United States Department of Energy, published 2007-04-25, accessed 2007-05-02
  19. ^ Fact Sheet: United States-Japan Joint Nuclear Energy Action Plan, United States Department of Energy, published 2007-04-25, accessed 2007-05-02
  20. ^ New Japanese nuclear power reactors delayed
  21. ^ NucNet. Japan Budget Proposals Seek Increase In Nuclear Spending. September 11, 2008.
  22. ^ Amory Lovins (March 18, 2011). "With Nuclear Power, "No Acts of God Can Be Permitted"". Huffington Post.
  23. ^ a b c Dvorak, Phred; Hayashi, Yuka. "Lawmaker Broached Plant Risk ", (The Wall Street Journal), 28 Maret 2011. Diakses pada 28 Maret 2011.

[sunting]Pranala luar